Jumat, 24 Desember 2010

Ketakutan terbesarku

Inilaah ketakutankan terbesarku, hanya disinilah ku mampu bercerita dan tentunya kepada ALLAH Tuhan Yang Maha Penyayang. Kebodohanku, kemalasanku, ketidakgigihanku, kutakut ku tak mampu penuhi semuanya karena sifat jelekku. Usiaku sudah 19 tahun, sudah saatnya aku membuat desain masa depanku. Kemana ku akan melangkah dan kemana ku akan berpijak untuk tetap bertahan. Kuliah ??? Untuk menuntut ilmu tentunya, agar aku dapatkan pengetahuan yang lebih dan nantinya menjadi bekalku mencari sesuap nasi. Tapi apa ??? Kuliah aja serasa salah jurusan. FISIKA !!!! Begitu rumit dan sukar (bagiku), ak bodoh ak lemah dengan eksak, tapi kenapa aku memilih FISIKA???? karena iseng !!!!! Ya memang karena iseng. Tapi kini ak serasa menyesal karena aku tak sepenuh hati. Dan serasa aku kuliah percuma hanya buang-buang uang. MENYESAL ??? Itu berarti aku tak bersyukur. Begitu jahatnya terhadapa nikmat ALLAH. Ya aku kurang bersyukur, mungkin tepatnya aku belum bisa. Karena aku masih takut, takut aku tak bisa membuat mereka bangga. Mereka orangtuaku.


Sering kali aku berfikir, seharusnya ku lebih mensyukuri. Dan rasanya saat itu sangat damai , beginilah memang suratan untukku. Tapi Allah tak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri. Begitu juga aku pastinya. Jika aku tak berusaha bagaimana aku BISA ???? Memang aku sudah berusaha, tapi kurang MAKSIMAL !!! Mengapa ??? Karena aku merasa kesulitan. Yaaa, aku sulit memahami materi kuliah. Tapi apa yang sekarang harus aku lakukan. Aku sering down, saat aku lihat teman-temanku telah tepat dengan apa yang mereka inginkan, setidaknya mendapatkan IP yang memuaskan, atau kalo tidak mereka memilih jalan yang sudah pasti mendapatkan pekerjaan. Tapi kenapa aku tidak ??? Sekali lagi, Allah telah menggariskan aku seperti ini.

Menjadi tumpuan keluarga kelak. Menjadi harapan utama keluarga. Sungguh menjadi beban untukku. Tidak !!! Bukanlah beban melainkan amanah. Mereka memintaku untuk bisa melanjutkan kehidupan setelah mereka. Rasanya dada ini sesak saat ku bayangkan, rasanya aku ingin menangis. Dan slalu ku mengadu padaMu. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku lemah sungguh lemah. Aku harus bisa, memang iyaa harus bisa.

Untuk mereka. Mereka yang sangat ku cintai. Doaku , hanya lah berikanlah mereka kesehatan, agar tetap mendampingiku sampai aku bisa sukses dan buat mereka bangga :(
Karena aku takkan sanggup tanpa mereka :(

0 komentar:

Posting Komentar

Love is...
© Aku Sebagai Rynda - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace