Kamis, 05 November 2009

Suasana Baru nii !!!

Universitas Airlangga . Satu tempat aku melanjutkan perjalananku menimba ilmu setelah ku lepaskan bangku SMA dari tubuhku. Kenangan-kenangan manis itu masih kental terasa dalam benakku. Hatiku selalu merindukan, mendambakan, dan mengindahkan semua yang telah ku lalui bersama mereka di desa. Walaupun kami terpisah jarak, tak menjadikan perasaanku dan sayangku kepada persahabatan ini runtuh. Hanya masalah waktu dan komunikasi. Kami sama-sama sibuk, dituntut sedemikian hingga menjadi manusia yang lebih dewasa dan mandiri .


Tak pernah bosan aku menceritakan , mencurahkan tentang kebanggaanku terhadap mereka. Berharap mereka disana tetap mengenang indah apa yang telah terukir selama 3 tahun. Berharap mereka disana selalu menjaga rasa sayang itu, hingga saat kami tua. Kenapa aku seakan-akan mengagungkan persahabatanku. Kenapa rasa itu seakan merajai dalam hatiku diluar konteks rasaku kepada keluarga dan Tuhanku .
Mereka terlalu baik bagiku, terlalu ada untukku. Mereka ada saat aku tak bersama keluargaku. Beri satu hal berharga, yang membantu Tuhan tambahkan motivasi untukku. Aku tak tau tentang hati mereka, tentang bagaimana mereka menilai perjalanan ini dengan sebuah hati. Tapi yang aku tau, mereka punya satu ruang dalam hati dan otaknya tentang masa sebelum ini .


Kini kutempuh lagi satu jalan yang identik sama dengan saat ku muda. Dalam artian saat aku masih remaja dengan putih abu-abu yang melekat di badanku . MJ. Punya arti yang cukup menghebohkan, namun hanya sebagai guyonan untuk kami semakin dekat dan mengenal satu sama lain. MJ tak sama dengan TREAMNAT, tapi tujuannya sama.
Tak perlu berpanjang lebar, intinya disini aku sudah mulai bisa beradaptasi. Dengan tetangga sekitar rumah, dengan pedagang sekitar rumah, dan dengan semua isi kampus. Ya walau kadang da satu dua hal yang buat aku putus asa. Tapi kembali kuingat lagi, apa tujuanku berdiri disini, di surabaya, di universitas airlangga.
Mereka, yang tengah bekerja keras disana menaruh harapan yang besar dipundakku. Mereka yang yakin dan percaya, aku bisa buat mereka lebih bangga dari kebanggan yang mereka rasakan sekarang. Mereka yang selalu tersenyum dan beriku dorongan, do’a, dan kekuatan agaraku tetap teguh dan selalu ikhlas menjalani jalan Tuhan. Mereka yang percaya dan akan tetap selalu percaya bahwa Tuhan selalu menjawab apa yang mereka do’akan terhadap anak-anaknya. Mereka adalah orang tuaku.
Bukan hanya aku yang merasakan hal ini. Semua teman-temanku. MJ. Kami datang dari kota kecil. Memijakkan kaki dan mencoba hidup dikota besar dengan tujuan utama mencari ilmu setinggi-tingginya. Kami sama-sama tau, bagaimana perasaan saat rindu dengan Bunda, Ayah, Kakak, adik ketika lama tak pulang. Kami tau bagaimana perasaan saat nilai kami jatuh dan belum paham betul materi. Kami tau bagaimana perasaan saat uang tak banyak ditangan.
Kami saling mengisi kekosongan itu, mengisi kerinduan itu, dan menghibur kesedihan itu. Kami disini punya tujuan yang sama tapi dengan cara yang berbeda, tapi kami tidak pernah saling menjatuhkan untuk mendapat kemenangan yang mutlak.

Minggu, 20 September 2009

AWAL DARI SEBUAH PERJALANAN BARU ...

In memorian ...


Ketika inilah awal dari perjalanan baruku, untuk masa depanku. Dan dari sinilah aku harus bisa menentukan mau kemana arah hidupku, dan itu semua tak lepas dari bimbingan orang tuaku tercinta beserta keluarga dan sahabat-sahabat karibku.

Beberapa bulan yang lalu, kira-kira 3-4 bulan yang lalu, seragam SMA yang telah 3 tahun ku kenakan akhirnya terpaksa harus aku lepas karena tuntutan zaman. Tangis dan Tawa menghiasi atmosfir masa mudaku saat itu, kebahagiaan karena kami telah beranjak dewasa yang tak lagi mengenakan seragam putih abu-abu yang menjadi kebanggaan selepasnya ku melepas seragam putih biru, dan kesedihan karena aku harus berpisah dengan sahabat-sahabat tercitaku yang tlah aku anggap sebagai saudaraku dan teman-teman sepermainanku di SMA Negeri 2 Bojonegoro. Tempat terindah itulah saksi kebahagiaanku, dan mungkin teman-temanku yang lain juga. Kenakalan yang membuat jengkel Bapak Ibu guru kami kala itu seakan berubah menjadi kenangan manis yang harusnya selalu teringat oleh Beliau-Beliau. (ak bersama TREAMNAT, sahabatku)



Dan itulah akhir dari perjalanan kami di Gerbang SMA, dan tentunya awal dari perjalanan kami yang baru.

Meninggalkan sejuta kenangan indah yang tak pernah bisa terlupakan



Jujur, ak sangat menyayangi persahabatanku dengan sahabat dan teman-temanku, karena bagiku merekalah yang selalu ada untuk aku, memberikan aku support , saat aku jatuh, saat aku bimbang, dan saat aku salah pun mereka selalu ada untuk mengingatkanku, setidaknya itu berlaku untuk teman-temanku ASPARAGUS pada umumnya dan TREAMNAT khususnya.

Walau kini kami tak lagi bersama pada basicnya, tapi nyatanya kami tetap keep contact, sms atau telfon, atau bahkan melalui chating dan facebook walau hanya sekedar tanya bagaimana kabar. Entah ini terjadi karena kami baru saja keluar dari komunitas yang lama atau memang rasa solidaritas kami tinggi dan sangat tinggi bahkan. Tapi harapanku, itu semua ikhlas karena kami ingin menjaga hubungan persaudaraan ini.

Dengan mengucap rasa syukur yang tak terhenti kepada ALLAH SWT, Dia telah memberiku jalan dan kesempatan untuk bisa melanjutkan sekolahku di Universitas negeri di Surabaya. Walau sejujurnya jurusan yang kini ku jalani tak seiring sejalan dengan keinginan dan cita-citaku. Sempat tersirat rasa kecewa dari lubuk hatiku, kenapa aku diberi jalan seperti ini. Tapi Astaghfirullahaladzim , tak sepantasnya aku punya fikiran seperti itu, karena ALLAH telah memilihkan ini untukku dan ini harus aku syukuri. Cukup dengan berdoa dan berbakti kepada orang tua, menjalani semua dengan ikhlas, insya ALLAH aku yakin ALLAH akan membantuku dan membimbingku dalam setiap langkahku. Amin.

Senin, 09 Maret 2009

Aku dan Kamu



Suatu kebahagiaan yang berbeda untukku tlah kutemui seorang sepertimu. Bukan hanya kamu tapi kalian. Dari dulu aku begitu menghargai dan menjunjung tinggi arti persahabatan. Tak peduli dengan hal lain yang lebih, sahabat tetap terpenting untukku. Tak melangkahi arti hadir dan peran orangtua dan keluarga. Mereka suatu hal yang intim dan vital untukku tanpa di minta sekalipun untuk merasa.

Suatu ketika aku terkhianati oleh sahabat, dan di saat itu juga kepercayaanku mulai pudar. Labilnya aku saat dini, waktu aku alami itu. Semua yang telah aku percaya, hanya dia tempatnya bersandar tentang curahan hati, remuk redam seketika ku saksikan pengkhianatannya. Terasa sakit memang, tapi rasa itu mulai sembuh saat aku temukan lagi sahabat, yang hingga kini tetap selalu ada disampingku.


Ku berfikir, tentang pelajaran yang lalu, rasa sedikit trauma akan mengagungkan seorang sahabat. 3 tahun setelah aku menjalaninya, ternyata mereka berbeda. Mereka tak seperti yang aku bayangkan. Walau memang begitu kontras karakter yang kami miliki, tapi itu semua seakan menjadi pelengkap dalam perjalanan kehidupanku yang butuh banyak hal untuk belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi

Aku tak lagi sendiri. Karena sahabat. Pernah aku membaca sebuah artikel yang menceritakan
tentang sahabat pada jaman Rasullulah Shallalahu 'alaihi wasalam. Diceritakan bahwa beliau
tersebut sangat memuliakan sahabat-sahabatnya dan memperlakukan mereka dengan sedemikian rupa
sehingga seolah-oleh bagi setiap sahabatnya mereka masing-masinglah yang paling istimewa.
Jadi bukan suatu hal yang salah atau mungkin berlebihan bila aku menganggap sahabat termasuk
orang paling istimewa dalam hidup aku.

Tak hanya sekolah saja yang menghadapi ujian, hidup pun juga, persahabatanpun tak luput dari
ujian. Akupun pernah mengalaminya, dan aku percaya semua orang pasti pernah mengalaminya.
Ku ambilkan contoh yang gak jauh-jauh, yah di TREAMNAT sendiri. Tiap tahun kami pasti punya
konflik, terakhir terjadi di kelas 3 ini, ada salah paham dikit antara aku dengan Mesdy.
Hahahahahahaha, saat puasapun, saat hari raya pun kami masih seperti orang yang tak kenal.
Pastinya harus ada salah satu yang mengalah kalau ingin masalahnya cepat selesai.
Aku beranikan diri untuk bicara dulu dengan dia. Fikirku dia akan menanggapinya dengan dingin,
tapi ternyata tidak. Dia menangis karena mungkin terharu, akupun juga. Aku kangen bercanda
tawa dengan dia. Cukup sekali itu aku berkelakuan sangat egois. Aku berusaha tak mengulangnya lagi.

Tapi percayalah, dibalik segala kesalahan, sahabat sejati tak pernah bersungguh-sungguh ingin
menyakiti sahabatnya. Aku ingin menunjukkan kepada sahabatku, TREAMNAT khususnya, bahwa kita
di ciptakan sebagai makhluk yang tak pernah sempurna dalam segala hal, kita di ciptakan dengan
begitu ragam watak dan kepribadian karena dengan itulah kita bisa belajar menghargai kelebihan
dan kekurangan sahabat kita dan menyayanginya secara sempurna.

Ingatlah saat kita terjatuh, terpuruk dan semua hal buruk yang menghamiri kita, sahabat selalu
setia disamping kita, memberi kita support, memberi kita tawa, dan kebanggaan terhadap diri
kita sendiri. Jadilah seorang sahabat yang bisa memahami perasaan orang lain, jadilah seorang
sahabat yang selalu siap menjadi 'good listener'.

Akhir ungkapanku, aku berharap kita tetap jadi sahabat, keep contact saat kita jauh nanti,
karena bagaimanapun juga tak kata mantan sahabat di dunia ini.

Wish all d'best 4 ue ... GBU ...

Minggu, 08 Maret 2009

BIOGRAFIKU


Pagi itu sekitar pukul 02.00 hari jumat, tanggal 24 Mei 1991 tepatnya, seorang bayi perempuan mungil dilahirkan. Dari sesosok ibu yang begitu dengan tulus dan sekuat tenaga berusaha menyelamatkan nyawa bayi itu. Bayi itu adalah aku. Yang kemudian disebutlah Rynda sebagai nama panggilanku dengan nama panjang Mega Farynda Kurnia Dewi. Nama yang cantik pemberian orang tuaku untukku, hadiah untukku saat aku ditakdirkan menghirup udara dunia sebagai Rynda. Pernahku tersirat tanya, kenapa aku diberi nama itu. Dan suatu hari ku dapat jawaban itu dari ayahku.

Mega yang berarti aku lahir bulan mei, Farynda dari kata Friday yang berarti jumat, Kurnia tentu saja berarti karunia, dan Dewi berarti anak kedua. Cukup memuaskan. Tahun 1997, saat berusia 4 tahun, aku mulai dilatih untuk bisa beradaptasi dengan banyak hal diluar rumah. TK ABA III, itulah sekolah dimana tempat aku merasakan pendidikan pertama kalinya.

Aku menemukan teman-teman baru, dan itu baru pertama kali aku rasakan. Hingga sekarang aku masih ingat siapa teman-teman dekatku waktu TK. Walaupun hanya satu dua orang saja. Vika, dia berjilbab, pandai melukis, dan pintar, dialah salah satu teman dekatku. Saat SMP pun kami dipertemukan lagi. Dia putri Pak Roem, salah guru Fisika di SMAdaBo. Mungkin Cuma itu yang bisa aku ingat, lainnya samar-samar.

Saat aku berusia 6 tahun, aku duduk dibangku Sekolah Dasar. SDN Ngumpakdalem III, itulah tempatku belajar. Lumayan jauh dari rumahku. Aku berangkat tiap hari bersama kakakku,Vika, dengan mengayuh sepeda mini berwarna merah. Begitu sayangnya dia kepadaku. Pulang sekolah kami mampir kerumah nenekku hanya untuk sekedar makan siang. Karena Orang Tuaku bekerja dari pagi dan sore baru pulang.

Begitu seterusnya sampai kakakku lulus dan melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama. Aku berangkat sendiri, tetap dengan sepeda buntut itu. 6 tahun aku mengendarainya. Itu tak buatku patah semangat, walau jaraknya lumayan jauh dari rumahku. Tapi aku senang, karena selalu ada hal baru yang menjadi pelajaran untukku. Setelah aku tamat SD, aku melanjutkan ke SMPN 2 Bojonegoro.

Itulah keinginanku. Aku bangga karena lulus SD dengan nilai yang cukup baik. NEM-ku urutan ke-4 dari SDN 1-3 Ngumpakdalem. Tapi puasku tak cukup sampai di situ. Aku ingin lebih membanggakan orang tuaku dengan memilih di SMP 2. Dari situlah pertama kalinya aku harus beradaptasi lagi dengan orang-orang dari segala kalangan. Tentunya jauh berbeda dengan saat aku SD.

Tak jauh beda saat aku SD, SMP-pun aku tetap mengayuh sepeda. Bedanya aku punya sepeda baru yang lebih besar tentunya. Jaraknya pun semakin jauh kutempuh. Tapi tetap tak mematahkan semangatku. Di situ aku temukan banyak hal. Awal mula mungkin aku belajar menuju kedewasaan. Sekolah di kota, tak menutup kemungkinan aku terpengaruh kebiasaan mereka.

Walau saat itu masih SMP, tak menjadi suatu alasan bagi mereka tidak menjadi beringas. Dari aku yang tak tahu apa-apa tentang kehidupan yang begitu keras hingga aku bisa sedikit demi sedikit mempelajari dan mengetahui tentang kehidupan. Ku temukan banyak teman disini. Tak hanya yang baik, yang buruk pun ku dapati. Semua menjadi temanku, dan pandai-pandainya aku harus bisa menyaring mana yang benar dan mana yang salah.

Disini juga, aku tau tentang cinta. Cinta monyet mungkin, tapi itu cinta pertamaku. Dan hingga sekarang aku masih mencintai dia, dan tetap menjadi pacarku. Hehehehehe. Tapi bukan itu yang penting, tapi tentang hidup, pembelajaran dan caraku menuju kedewasaan. Banyak media dan hal yang membantu aku mencari jati diriku. Tentang karakterku, dan pendirianku. Aku orang yang egois, cuek, tapi sangat menghargai PERSAHABATAN.

Tak cukup sampai disini, saat aku SMA aku menemukan lagi bahkan lebih banyak hal yang menyenangkan. SMA Negeri 2 Bojonegoro, that’s my choice. Seperti saat aku mempunyai keinginan masuk di SMP 2, akupun juga sangat menginginkan bisa sekolah di SMA 2 Bojonegoro. Bisa dibilang mudah bagiku masuk di SMAdaBo, karena NEM ku yang lumayan baik juga. Ternyata menjadi orang pandai itu banyak manfaatnya (tak salahkan memuji diri sendiri, hahahahaha).

Tapi begitu aku merasakan satu dua hari dan hingga seterusnya, tak seperti apa yang ku bayangkan. Memang sih dalam hal bergaul, berteman, bersosialisasi, sangat menyenangkan dan lebih mudah. Tapi dalam hal pelajaran, jujur aku benar-benar di buat bertekuk lutut. Susahnya minta ampun. Masih untung di kelas X aku masih bisa mendapat peringkat 10 besar, sedang di kelas XI dan XII, nilaiku anjlok.

Ya tapi semua itu aku buat enjoy, aku sudah cukup senang dipertemukan oleh Tuhan kepada sahabat-sahabatku kini. TREAMNAT dan teman-teman yang lain. Itulah yang buat aku bisa kuat, khususnya disekolah, karena tiada hari tanpa canda tawa. Karena itu, ku nikmati hidup ini yang hanya berjalan sekali, itulah kehendak Tuhan kepada setiap hambaNya. Berusaha lapang dan menganggap itu hanya sebuah alur novel di kehidupan. Yang tak diketahui juga bagaimana akhir dari diriku, akhir dari semua orang.

Love is...
© Aku Sebagai Rynda - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace